Sabtu, 13 Juni 2009

KEANGKUHANKU

Langkah kakiku terhenti hembusan sang bayu
Sejenak kuamati aliran sungai
Airnya bersendau gurau diantara bebatuan
Kilau pantulan mentari hangatkan tubuhku
Kupejamkan mata rasakan kemegahan alam

Tercium semerbak kopi robusta hangat
Pria yang sama berbisik .. mendekatiku
Kuabaikan kehadirannya
Kubegitu terpesona akan keindahan alam

Tiba - tiba hujan deras mengusik lamunanku
Harum kopi terbaur dengan harum tanah tersiram hujan
Kopi telah dingin
Sang pria masih setia di sampingku
Dia selalu ada disaat kurapuh dan tak berdaya

Mengapa hatiku begitu hampa ?
Mengapa kubegitu angkuh ?
Kusisipkan doa untuk sang pria
Semoga dia mengerti dan berbahagia
Semoga kuberubah

Tidak ada komentar: