Langkah kakiku terhenti hembusan sang bayu
Sejenak kuamati aliran sungai
Airnya bersendau gurau diantara bebatuan
Kilau pantulan mentari hangatkan tubuhku
Kupejamkan mata rasakan kemegahan alam
Tercium semerbak kopi robusta hangat
Pria yang sama berbisik .. mendekatiku
Kuabaikan kehadirannya
Kubegitu terpesona akan keindahan alam
Tiba - tiba hujan deras mengusik lamunanku
Harum kopi terbaur dengan harum tanah tersiram hujan
Kopi telah dingin
Sang pria masih setia di sampingku
Dia selalu ada disaat kurapuh dan tak berdaya
Mengapa hatiku begitu hampa ?
Mengapa kubegitu angkuh ?
Kusisipkan doa untuk sang pria
Semoga dia mengerti dan berbahagia
Semoga kuberubah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar