Berulang kali terucap dari bibirmu
Meminta diriku seperti impianmu
Berdalih semua tuk kebaikanku
Seandainya kupunya kuasa membentuk diriku
Seperti harapan dan keinginanmu
Setiap kata itu menyentuh hatiku
Sayatan demi sayatan mengoyak perasaanku
Ku tak menuntut apapun darimu
Kucoba menerima masa kelammu
Aku hanya punya cinta tanpa tuntutan apapun darimu
Salahkah bila keraguan membayangiku
Mungkin ketulusan cinta tlah memudar darimu
Mungkin ku tak pantas bersanding denganmu
Aku memang tak sempurna bagai impianmu
Aku hanya punya cinta untukmu
Bisakah kubertahan dengan goresan luka itu
Kepedihan .. kerapuhan bayangi diriku
Bisakah ku berubah menawan bagai impianmu
Entahlah ... duhai kekasihku
Seandainya kubisa berpacu
Bermetamorfosa menjadi kupu - kupu
Memenuhi impian cintaku
Seandainya kau tahu jeritan hatiku
Rangkai kata, tanpa tujuan, ikuti gejolak hati, namun kutemukan makna hidup & kehidupan
Selasa, 22 September 2009
Minggu, 20 September 2009
LAMUNAN & IMPIAN
Ketercenung dalam lamunan
Bibirku beku tanpa senyuman
Wajahku tak membiaskan rona kecantikan
Tubuhku hambar tanpa kemolekan
Kulitku menghitam semakin kelam
Mataku kosong menyusuri lorong mencekam
Kepedihan tertoreh semakin mendalam
Kuterpuruk dalam bara sekam
Gelap hampa menikam
Mampukah kumenjadi putri rupawan ?
Molek semerbak menghibur pangeran idaman
Akankah waktu wujudkan impian ?
Lamunan ...
Bekukan senyuman
Impian ...
Pudarkan harapan
Lamunan dan Impian ...
Buncahkan keraguan
Inikah onak kehidupan ?
Bibirku beku tanpa senyuman
Wajahku tak membiaskan rona kecantikan
Tubuhku hambar tanpa kemolekan
Kulitku menghitam semakin kelam
Mataku kosong menyusuri lorong mencekam
Kepedihan tertoreh semakin mendalam
Kuterpuruk dalam bara sekam
Gelap hampa menikam
Mampukah kumenjadi putri rupawan ?
Molek semerbak menghibur pangeran idaman
Akankah waktu wujudkan impian ?
Lamunan ...
Bekukan senyuman
Impian ...
Pudarkan harapan
Lamunan dan Impian ...
Buncahkan keraguan
Inikah onak kehidupan ?
Langganan:
Komentar (Atom)