Ketercenung dalam lamunan
Bibirku beku tanpa senyuman
Wajahku tak membiaskan rona kecantikan
Tubuhku hambar tanpa kemolekan
Kulitku menghitam semakin kelam
Mataku kosong menyusuri lorong mencekam
Kepedihan tertoreh semakin mendalam
Kuterpuruk dalam bara sekam
Gelap hampa menikam
Mampukah kumenjadi putri rupawan ?
Molek semerbak menghibur pangeran idaman
Akankah waktu wujudkan impian ?
Lamunan ...
Bekukan senyuman
Impian ...
Pudarkan harapan
Lamunan dan Impian ...
Buncahkan keraguan
Inikah onak kehidupan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar