Senin, 12 Oktober 2009

KEPINGAN NOSTALGIA DI STASIUN KEDUNGJATI

Di sudut temaram stasiun tua
Sejoli bercengkerama menikmati malam
Merajut kasih mengukir cinta
Rembulan tersenyum hangatkan suasana temaram
Nostalgia iringi perjalanan cinta
Hapus segala luka lalu nan kelam

Syair syair cinta membahana
Bergema menyertai kelana angin malam
Angkuh dingin rel dan tiang - tiang tua
Tak mampu bekukan panasnya gejolak jiwa terdalam
Kerlap kerlip serangga malam warnai rona muka
Beban hidup .. logika .. norma .. sejenak padam

Wanita tertidur di dada sang pria
Sosok pelindung dan penguat hadapi kerasnya dunia
Sejoli berjanji, langgeng bagai stasiun tua
Dimana tetap setia dan teguh menyimpan milyaran nostalgia
Tak ubahnya kisah perjalanan hidup manusia
Perlu berhenti sejenak memaknai hidup dengan ketulusan cinta
Mengukir hati dengan kebeningan jiwa

Bisakah sejoli menjaga keangungan cintanya ?
Tetap setia dan teguh merangkai setiap kepingan nostalgia
Sudut Stasiun Kedungjati selalu jadi saksi cinta mereka
Tersimpan setiap janji dan kepingan - kepingan nostalgia
Akankah ketulusan hati menguatkan keabadian cinta ?

Tidak ada komentar: