Kamis, 11 September 2008

NISTA

Kelabu selimuti hidup
Guratan siksa menoreh luka
Raga makin layu meredup
Membayang lelaku kelam nan nista

Kuterlahir dari rahim miskin terbuang
Perut kosong melolong lantang
Kemuliaan Ilahi rasa menghilang
Ketidakberdayaan dan nista jelas membayang

Cinta dan kasih terkubur nafsu
Bergumul dengan begundal berkantong tebal
Kurengkuh kebahagian semu
Menikmati lakon wanita sundal

Di kelam malam kutatap rembulan
Sinarnya beri secercah harapan
Duh Gusti kumohon ampunan
Kuakhiri hidup tuk jalani api pencucian

1 komentar:

Anonim mengatakan...

hebatz''