Kamis, 11 September 2008

SESAAT

Sesaat ....
Kembali kubertemu dengannya
Sosok pria Jawa bertutur santun
Sederhana ... lembah manah
Welas asih ... wicaksono
Ngabekti dateng Kanjeng Gusti

Tempaan hidup,
Membentuknya semakin dewasa dan bijak
Pancarkan pesona dan karisma
Tatap dan senyumnya meneduhkanku

Mengalir kisah pengembaraannya
Tergambar beban berat dan derita
Kedua orang tuanya semakin renta
Cita tak jua tergapai
Matanya menerawang
Seolah semua harap sirna
Bayangan kelam menyelimuti

Sesaat ... dia berbisik
Ketulusan dan cinta membuatnya tabah
Asa dan cita membuatnya tegar
Awal November ....
Dia kembali mengembara

Sesaat ... kuterdiam
Mengapa hanya sesaat ?
Seandainya kubisa hentikan detak waktu
Kuingin dengar kisahnya lebih lama lagi

Sesaat ... kuberharap
Dia kembali lagi
Bawa segenggam cita

Rind

Tidak ada komentar: