Kamis, 11 September 2008

TIDURLAH LELAP

Tatap mata menerawang pilu
Lidah kelu mulut bisu
Hampa jiwa membelenggu
Lirih senandung sendu
Raga berbalut kain ungu

Hangat pusara di hadapan
Harap sirna dalam dekapan
Terenggut buah hati dari pangkuan
Mendung selimuti senyuman
Goyah langkah menyusuri pemakaman

Sepi balur relung hati
Serpihan raga berpencar menyepi
Pendar aura meredup mati
Membelai menimang sekedar mimpi
Lirih doa terucap tiada henti
Tidurlah lelap di alam surgawi

Rind

Tidak ada komentar: