Senin, 25 Agustus 2008

KENANGAN CINTA

Aktivitas di museum terlihat sepi
Bocah – bocah berlarian kembali ke rumah
Setelah asyik bermain di boulevard dan loko – loko tua
Mereka selalu ingat pesan emak
Saat maghrib loko – loko akan membawa sang bocah

Di gerbang museum
Terlihat seorang gadis bertemu pujaan hatinya
Seorang pria selalu menantinya di tempat yang sama
Senyum dan tatapan yang sama

Lama gadis itu tidak muncul
Pria itu masih setia menanti
Namun kehidupan menuntutnya untuk merantau

Kini sang gadis telah renta
Dia menyusuri museum ditemani tongkatnya
Dia mengenang cinta pertamanya
Cinta yang telah lama dia tinggalkan

Tut tut tut… kereta uap melaju
Membuyarkan lamunan sang gadis
Kereta menyusuri perkampungan dan hamparan sawah

Sesekali terlihat ….
Bocah – bocah melambaikan tangan dengan riang
Itik dan ayam berlarian menyeberangi rel
Kereta berjalan perlahan
Mendaki rel bergerigi

Perjalanan berakhir di Bedono
Perjalanan yang mengesankan
Seperti kenangannya di museum
Cinta bersemi namun dia tinggalkan



Tidak ada komentar: