Kutergagap …
Gelap, pengap, usik lelap
Mataku menerawang,
Jalang …
Wajahku merah berlumur nanah
Bak kawah – kawah merekah
Semua makluk jadi jengah
Ribuan paku, hiasi tubuhku
Menusuk rusuk, menyeruak bau busuk
Bola mataku berpijar, berpencar, liar
Mulutku, lidahku bersahutan berseru saru
Otakku muncrat, kecoa jilati dengan nikmat
Cermin, kau pantas kumaki kubantai
Lenyap dari muka bumi
Kau penipu, pantulkan bayangan semu
Aku ingin terus nikmati kemolekanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar