Kamis, 21 Agustus 2008

PARAU KEMARAU

Mak….aku lapar!
Tubuh mungilku mulai gemetar
Bukankah terakhir aku kenyang saat kemarin fajar?
Senja kedua mulai angslup
Lihat Mak perutku sudah susut!
Di dapur kulihat ada sekerat umbi kerut
Bolehkah kumakan untuk mengganjal perut?

Aku haus Mak!
Seteguk air sudah cukup melepaskan dahagaku, Mak
Tak mengapa air minum itu keruh , berkapur atau berlumut
Mungkin kapur dan lumut dalam keruh air itu akan turut
….…mengenyangkan perutku

Nak…lihatlah….ini bukan maunya emak
Membiarkan tubuh mungilmu lapar dan kehausan
Bapakmu juga tak kurang keringat
Mengolah lahan ,menabur benih
Mengais telaga mencari sisa air
Menyusup hutan mencari buruan
Agar kita tak lapar dan kehausan

Tanah sudah keras merekah
Telaga sudah kering kerontang
Buruan di hutan entah lari kemana
Bahkan hutan yang ranum dan rindang
Sudah lenyap dari pandangan

Alam sudah enggan bersahabat dengan kita
………….atau………….
kita yang tadinya enggan bersahabat dengan alam
Nak, maafkan emak dan bapak
Karena kau harus bersahabat dengan lapar dan hausmu

Karangan adinda : Rusliana K W

Tidak ada komentar: