Kamis, 21 Agustus 2008

GALAU SANG MERPATI


Merpati terus mengepakkan sayap
Menerjang senja yang semakin merayap
Tanpa arah dan tujuan
Mengikuti awan yang bergerak perlahan

Merpati semakin tinggi

Tak ingin sejenak berhenti
Terlihat kota semakin garang
Desa semakin gersang

Manusia penuh amarah
Alam tak lagi ramah
Hutan, sawah, taman menyusut
Laut, danau, sungai surut

Bumi tak memberinya ruang
Lingkungan terkubur uang
Merpati terbang meninggi
Hendak gapai langit tertinggi


Tidak ada komentar: