Terpana pertama mengenalmu
Gurat wajah sesegar dedaunan tembakau
Tubuh kekar nan legam teterpa sang surya
Setapak demi setapak kujelajahi
Kelembutan ... keperkasaan ... kunikmati
Kejujuran ... kesederhanaan ... kutemui
Gejolak kuasa alam
Jurang tebing telanjang menantang
Ritme bebatuan menerjal tajam
Surya garang hanguskan sepi
Gapai puncak hirarki
Tatap mata hati menyatu
Rasa pedih kelam membatu
Haus sentuhan kasih lembut
Keperkasaan lenyap terperdaya
Moral .. harga diri ... tinggallah asa
Gemuruh batu hancurkan harapan
Terkenang dusun sejuk penghasil tembakau
Di saat pertama menginjak dataran tinggi Temanggung
Kekaguman dusun nan permai perlahan sirna
Kegalauan menjalari rasa
Bukit .. hutan .. tersulap hamparan tembakau
Bukit - bukit gundul simpan karma serakah
Alam bisikan sepenggal pesan
Banjir ... longsor ... kekeringan
Keserakahan telah butakan hati
Hidup bukan hanya kemakmuran dan kekayaan duniawi
Mata menerawang ..
Jelajahi bukit ... tebing ...jurang
Kampung ... kehidupan
Seandainya pesan alam jelas terdengar
Hisap cerutu hanya ungkapan arogansi dan nikmat sesaat
Bersahabatlah dengan alam ...
Keperkasaannya memberi nikmat abadi sampai akhir hayat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar