Kamis, 21 Agustus 2008

NIKMAT SESAAT

Terpana pertama mengenalmu
Gurat wajah sesegar dedaunan tembakau
Tubuh kekar nan legam teterpa sang surya
Setapak demi setapak kujelajahi
Kelembutan ... keperkasaan ... kunikmati
Kejujuran ... kesederhanaan ... kutemui

Gejolak kuasa alam
Jurang tebing telanjang menantang
Ritme bebatuan menerjal tajam
Surya garang hanguskan sepi
Gapai puncak hirarki

Tatap mata hati menyatu
Rasa pedih kelam membatu
Haus sentuhan kasih lembut
Keperkasaan lenyap terperdaya
Moral .. harga diri ... tinggallah asa
Gemuruh batu hancurkan harapan

Terkenang dusun sejuk penghasil tembakau
Di saat pertama menginjak dataran tinggi Temanggung
Kekaguman dusun nan permai perlahan sirna
Kegalauan menjalari rasa
Bukit .. hutan .. tersulap hamparan tembakau
Bukit - bukit gundul simpan karma serakah
Alam bisikan sepenggal pesan
Banjir ... longsor ... kekeringan
Keserakahan telah butakan hati
Hidup bukan hanya kemakmuran dan kekayaan duniawi

Mata menerawang ..
Jelajahi bukit ... tebing ...jurang
Kampung ... kehidupan
Seandainya pesan alam jelas terdengar

Hisap cerutu hanya ungkapan arogansi dan nikmat sesaat
Bersahabatlah dengan alam ...
Keperkasaannya memberi nikmat abadi sampai akhir hayat



Tidak ada komentar: